Sabtu, 09 Januari 2010

Mouthguard Penting???




Pelindung gigi (mouthguard)
merupakan “mainan baru” bagi atlet Taekwondo. Pelindung yang satu ini, wajib dipakai di setiap pertandingan atau kejuaraan Taekwondo tingkat internasional. Di kejuaraan daerah (kejurda) masih belum diwajibkan. Agak canggung memang jika tidak terbiasa menggunakannya. Tapi fungsinya sangat vital sekali.

Kejuaraan Taekwondo sebagai kejuaraan fight 1 on 1, sangat rawan, meskipun memakai pelindung kepala (headguard). Perlu diingat bahwa headguard melindungi hanya bagian pipi, dan atas kepala, dan bagian belakang kepala. Lalu bagian depan (muka) ?

Padahal bagian muka, terutama gigi, sangat menakutkan jika ketendang =)

Maka perlu kita memproteksinya dengan
mouthguard. Kelemahan menggunakan mouthguard adalah sulitnya berteriak (kihap) saat kyoruki dimulai. Kalau sekiranya dipaksain untuk kihap, kemungkinan besar “gigi palsu” itu copot ^_^

Walaupun demikian, setidaknya kita dapat
meminimalisir cedera pada gigi kita. Ingat, pilih mouthguard yang berkualitas.

Bagaimana cara menggunakan
mouthguard?
1. Pertama-tama rendam
mouthguard dalam air panas kurang lebih 20 menit.

2. Setelah dirasa kenyal, ambil
moutguard tersebut, dan pasang di gigi bagian atas.

3. Tunggu kurang lebih 15 menit, sampai dirasa
mouthguard tersebut tercetak sempurna di gigi kita.

4. Setelah itu lepas
mouthguard, dan diamkan beberapa menit.

5. Karena rawan bakteri ada baiknya menyimpan
moutguard di tempat yang steril.

6. Selalu gunakan
mouthguard sesering mungkin agar kita terbiasa.

Jika tetap tidak mau menggunakan moutguard, coba lihat gambar di bawah ini:


Mau seperti ini???






Atau seperti gambar di bawah ini?

Semua tergantung pilihanmu…






Mau tau tips mengatasi kejenuhan dalam berlatih? Klik a new tab di sini…

Mau tau tentang Hwoarang dan Taekwondo nya? Klik a new tab di sini…

Mau tau Program Latihan Teknik untuk atlet Taekwondoin? Klik a new tab di sini…

Salam Taekwondoin



==hanny==

Sabtu, 02 Januari 2010

Wasit Juga Manusia



Dalam pertandingan apapun yang dipimpin oleh wasit ataupun referee, kadang kita jumpai kesalahan teknis pada pengambilan keputusannya. Entah itu di pertandingan sepakbola, bulutangkis, kejuaraan Karate, Judo, Tinju, Gulat, Taekwondo, dll. Sering juga kita melihat ekspresi kemarahan di pihak yang dirugikan (atlet, manajer, atau official). Bahkan menjadikan wasit sebagai kambing hitam alasan kekalahan timnya. Seperti kita simak di acara televisi yang mewawancarai pelatih sepakbola A yang kesal karena kesalahan wasit sebagai pemimpin lomba. Bahkan Taekwondoin asal Kuba menendang wasit, akibat kesal pada keputusan wasit. (lihat gambar)



*Taekwondoin Kuba menendang wasit





*Taekwondoin putra asal Kuba, Angel Valodia Matos dilarang bertanding seumur hidup setelah menendang wasit asal Swedia, Chakir Chelbat pada perebutan perunggu kelas di bawah 80 kilogram Olimpiade Beijing 2008. Matos tidak mampu menahan emosi setelah dinyatakan kalah diskualifikasi dari lawannya, Arman Chilmanov dari Kazakhstan.

Matos yang tengah unggul 3-2 terjatuh setelah mendapat serangan dari lawan. Ia tengah menunggu pemeriksaan kesehatan saat tiba-tiba dinyatakan kalah diskualifiaksi karena melebih waktu injury yang diizinkan selama satu menit.

Matos marah, lalu mendorong seorang hakim dan melancarkan tendangan ke arah Chelbat. Matos kemudian meludah ke lantai, sebelum ditarik ke luar arena pertandingan.

WTF langsung menjatuhkan sanksi kepada atlet Kuba dan pelatihnya. Sanksi yang dijatuhkan adalah berupa pelarangan bertanding seumur hidup kepada atlet dan pelatih dalam semua kejuaraan. Semua hasil yang dicatat si atlet dalam olimpiade Beijing akan otomatis dihapus.




Pantaskah kita marah? Pantaskah kita kesal?

Saya yakin jika kita berada di pihak yang dirugikan, pasti kita akan meluapkan kemarahan kita, atau sekadar mengajukan protes dengan keputusan wasit yang bersangkutan. Memang hal ini sangat sulit untuk dipecahkan. Di setiap olahraga harus memiliki Komisi Disiplin yang tegas, dan mampu mengawasi baik para atlet, official, manajer, pelatih, supporter, maupun wasit sendiri.

Walaupun kita berada di pihak yang dirugikan, tidak seharusnya kita mencaci-maki, bahkan menganiaya seorang wasit. Ingat, wasit juga manusia, yang juga dapat melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Kita pun juga akan mengalami hal yang serupa juga jika kita menjadi seorang wasit.

Langkah yang bijaksana diperlukan dalam pemecahan masalah ini. Komisi Disiplin atau pengawas lomba harus mengusut dengan tuntas jika ada protes peserta pertandingan terhadap keputusan wasit. Betul, jika di tiap kejuaraan keputusan wasit selalu mutlak, tetapi tidak menutup kemungkinan celah ini dimanfaatkan oleh para mafia olahraga, yang haus kemenangan.

Jika terbukti bersalah, ada baiknya memberikan sanksi terhadap wasit atau referee yang bersangkutan, tetapi jika tidak terbukti, alangkah baiknya jika kita menerima kekalahan dengan lapang dada. Kemenangan bukan merupakan tolak ukur dari kesuksesan. Kesuksesan adalah jika kita mampu mengeluarkan kemampuan kita yang maksimal, dan mampu mengalahkan diri sendiri. Itu yang terpenting.

Berikanlah teladan pada para atlet agar selalu menghormati wasit sebagai insan manusia, dan bukan sebagai robot pengawas lomba. Buatlah iklim kompetisi sesehat mungkin. Jangan merusaknya dengan tindak kerusuhan yang justru akan mencoreng kredibilitas dari olahraga itu sendiri.

Salam Olahraga…Mari kita buat olahraga di Indonesia kembali bersinar…Amin


Baca juga 7 cara mengatasi kemarahan...klik di sini...

Baca juga mengenai peraturan teknis terbaru Taekwondo... klik di sini…

Mau tau lebih banyak mengenai Kukkiwon? ...Klik di sini…

Tips mengatasi kejenuhan dalam berlatih...klik di sini...

Perolehan akhir SEA Games Laos 2009... klik di sini...


==hanny==

Persyaratan Teknis Kejuaraan Taekwondo Terbaru 2009


Persyaratan Teknis Kejuaraan Taekwondo akan saya uraikan secara singkat, adapun teknis yang dijelaskan di bawah ini bersifat umum, dan bisa saja disesuaikan, tergantung technical meeting yang diadakan dalam setiap kejuaraan.

1. Competition Area
Competition Area berukuran 8 m x 8 m dengan permukaan rata dan beralaskan matras yang elastic.

2. Seragam dan Perlengkapan Pelindung
- Sebelum memasuki Contest Area, kontestan harus memakai trunk/body protector (pelindung badan), head protector (pelindung kepala), groin guard (pelindung kemaluan), forearm guard (pelindung lengan), shin guards (pelindung tulang kering), gloves (sarung tangan) dan mouthpiece (pelindung mulut).

- Pelindung kemaluan, lengan, dan tulang kering harus dikenakan di dalam dobok (seragam latihan). Kontestan harus membawa seluruh perlengkapan pelindung masing-masing untuk keperluan sendiri. Pemakaian benda apapun di atas kepala selain dari pelindung kepala, tidak diperbolehkan, kecuali jilbab yang harus dikenakan di dalam head protector dan tidak berpotensi membahayakan atau mengganggu lawan.

3. Teknik dan Area Sasaran yang Diperbolehkan
a. Teknik yang diperbolehkan (Permitted Techniques):
- Teknik Tangan: memukul dengna kepalan tinju yang erat.

- Teknik Kaki: menendang bagian bawah di bawah tulang mata kaki.

b. Area sasaran yang diperbolehkan (Permitted Area)
- Badan: serangan menggunakan teknik tangan dan kaki di daerah badan yang dilindungi body protector (pelindung badan/hugo) diperbolehkan dan tidak diperbolehkan menyerang daerah sepanjang tulang belakang.

- Muka: seluruh bagian di atas tulang selangka (collar bone) dan hanya boleh menggunakan teknik kaki.

4. Point yang Sah
a. Area sasaran yang mendapat point (Legal Scoring Area)
- Badan: area yang diwarnai biru atau merah pada body protector.

- Muka: seluruh bagian di atas tulang selangka (collar bone) termasuk telinga dan bagian belakang kepala.

b. Kategori Poin

- Satu poin untuk serangan ke “permitted area badan”.

- Dua poin untuk serangan tendangan berputar yang sah ke “permitted area badan”.

- Tiga poin untuk serangan tendangan ke “permitted area muka”.


5. Pelanggaran dan Penalti
a. Penalti atas suatu pelanggaran diberikan oleh Referee.

b. Ada 2 (dua) kategori penalti yaitu “Kyong-go” (peringatan) dan “Gam-jeom” (pemotongan).

c. Dua (2) “Kyong-go” dihitung sebagai penambahan 1 (satu) poin kepada kontestan lawan. Namun sisa “Kyong-go” yang ganjil tidak diperhitungkan dalam total nilai.

d. “Gam-jeom” dihitung penambahan 1 (satu) poin kepada kontestan lawan.

e. Jenis pelanggaran:
“Kyong-go”:
- Keluar Boundary Line
-Menghindar dengan cara membelakangi lawan.
-Jatuh.
- Menghindari pertandingan.
-Mengcengkeram, memegang atau mendorong lawan.
-Menyerang bagian di bawah pinggang.
-Pura-pura cedera.
-Menyerang dengan kepala atau lutut.
-Memukul muka lawan dengan tangan.
- Berkata atau bertindak tidak pantas, baik oleh kontestan atau coach.
-Mengangkat lutut untuk menghindari atau memotong serangan lawan yang sah.

“Gam-jeom”:
-Menyerang lawan setelah aba-aba “Kal-yeo”
- Menyerang lawan yang sudah jatuh.
- Membanting lawan hingga jatuh.
-Sengaja memukul muka lawan dengan tangan.
-Mengganggu jalannya pertandingan, baik oleh kontestan atau coach.
-Berkata atau bertindak sangat tidak pantas, baik oleh kontestan atau coach.

6.Sudden Death dan Penentuan Superioritas
Dalam ronde Sudden Death, pemenangnya adalah kontestan yang berhasil terlebih dahulu mendapatkan poin. Bila skor akhir seri (tanpa poin) setelah ronde keempat (ronde Sudden Death), pemenangnya diputuskan berdasarkan penentuan superioritas oleh seluruh Referee.

7. Keputusan Pemenang:
a. Menang dengan KO

b. Menang karena RSC (Referee Stop Contest)

c. Menang berdasarkan poin atau superioritas

d. Menang karena lawan mengundurkan diri (withdrawal)

e. Menang karena lawan terkena diskualifikasi (disqualification)

f. Menang karena lawan terkena hukuman Referee (Referee’s punitive declaration)


8. Knock Down
a. Bila bagian tubuh kontestan selain telapak kaki menyentuh lantai akibat terkena kekuatan serangan lawan (sah).

b. Bila kontestan terguncang/terhuyung dan menunjukkan ketidakmampuan untuk melanjutkan pertandingan.

c. Bila Referee menyimpulkan pertandingan tidak dapat dilanjutkan akibat kontestan terkena serangan yang telak (sah).


9. Prosedur Memberhentikan Sementara Pertandingan
Bila pertandingan harus dihentikan karena terdapat kontestan yang cedera, maka Referee melaksanakan prosedur sebagai:
a. Referee menghentikan pertandingan dengan, “Kal-yeo”, lalu “Kye-shi”.

b. Referee mempersilahkan kontestan yang cedera untuk mendapatkan pertolongan medis dalam waktu 1 (satu) menit.

c. Kontestan yang tidak dapat menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan pertandingan setelah 1 (satu) menit, termasuk bila hanya cedera ringan dinyatakan kalah oleh referee.

d. Bila pertandingan tidak dapat dilanjutkan setelah satu menit kontestan yang mencederai dengan pelanggaran jenis “Gam-jeom”, dinyatakan kalah.

e. Bila kedua kontestan Knock Down dan tidak dapat melanjutkan pertandingan setelah 1 (satu) menit, maka pemenangnya ditentukan oleh skor terakhir sebelum terjadinya cedera.

f. Bila seorang kontestan tampak hilang kesadarannya akibat jatuh dalam kondisi yang membahayakan, maka Referee harus segera menghentikan pertandingan dan memanggil pertolongan medis. Bila hal tersebut disebabkan oleh suat pelanggaran berar (Gam-jeom) yang dilakukan oleh lawannya, maka lawannya tersebut dinyatakan kalah. Bila bukan karena suatu pelanggaran berat (ketegori Gam-jeom) maka pemenangnya ditentukan berdasarkan skor terakhir sebelum kejadian tersebut.


Kelas Yang Dipertandingkan dalam Kejuaraan Taekwondo Senior
KELOMPOK SENIOR(+17)

KELAS PRIA WANITA
FIN-54kg -47kg

FLY54kg -58kg 47kg -51kg

BANTAM58kg -62kg 51kg -55kg

FEATHER 62kg -67kg55kg -59kg

LIGHT67kg -72kg59kg -63kg

WELTER72kg -78kg63kg -67kg

MIDDLE78kg -84kg67kg ~ -72kg

HEAVY+84kg+72kg


KETENTUAN JUARA
1. Juara masing-masing kelas (putera & Puteri) akan mendapatkan medali emas, perak dan 2 (dua) medali perunggu.

2. Penentuan juara umum ditentukan berdasarkan jumlah medali emas terbanyak dan diurut jumlah medali perak dan perunggu.


Baca juga Penerapan aturan yang baru 2009 klik di sini…

Download WTF Competition Rules klik disini...

Salam Taekwondoin



==hanny==