Kamis, 11 Februari 2010

Prosedur Pertandingan Poomsae






1. Pemanggilan Kontestan
Nama kontestan dipanggil sebanyak 3 kali dimulai 3 menit menjelang jadwal pertandingannya. Kontestan yang tidak muncul setelah 1 menit dari jadwal mulai pertandingan dianggap mengundurkan diri.

2. Pemeriksaan fisik dan perlengkapan
Setelah pemanggilan pertama, kontestan harus segera mendatangi “Inspection Desk” untuk menjalani pemeriksaan fisik dan kostum oleh petugas yang ditunjuk WTF. Kontestan tidak boleh menunjukkan sikap menolak atau menghindar untuk diperiksa, dan kontestan dilarang memakai barang-barang yang kemungkinan dapat membahayakan kontestan lawannya.

3. Setelah menjalani pemeriksaan, kontestan harus bersiap di tempat penantian dengan seorang coach, menunggu panggilan memasuki “Contest Area”.

4. Prosedur memulai dan mengakhiri pertandingan:

-Kontestan memasuki Contest Area saat Competition Coordinator memberi aba-aba “Chul-jeon”

- Kontestan mulai saat Competition Coordinator memberi aba-aba “Joon-bi” dan “Shi-jak”

- Setelah selesai Poomsae, kontestan berbalik, berdiri tegak, dan memberi hormat secara berurutan saat Competition Coordinator memberi aba-aba : “Bah-ro”, “Char-yeot”,“Kyeong-rye”. Lalu tetap berdiri menunggu instruksi/pengumuman Competition Coordinator.

-Referee menyatakan pemenangnya berdasarkan nilai.

-Kontestan meninggalkan Contest Area saat Competition Coordinator memberi aba-aba “Tue-jang”


*(penjelasan)
Dalam system eliminasi langsung, dua kontestan (2 tim) memasuki Contest Area, dan telah melakukan penghormatan, tim merah meninggalkan Contest Area dan tim biru melaksanakan Poomsae nya terlebih dahulu.

*Kronologi Peraturan Pertandingan Poomsae Taekwondo
Pertama dibuat : 23 September 2003
Direvisi : 12 April 2005
Direvisi : 25 Juli 2006




Sumber : WTF Competition Rules & Interpretation, Diklat Pelatih Poomsae Tingkat Daerah Yogyakarta 2010

Selasa, 09 Februari 2010

Hasil Uji Tanding Lawan Taekwondoin Korsel




Siska
Selamatkan Muka Jabar


Taekwondoin Jabar asal Kab. Bandung, Siska Permata Sari berhasil mematahkan dominasi taekwondoin Korea Selatan, saat melakukan latih tanding di GOR Tri Lomba Juang, Jln. Pajajaran Bandung, Jumat (5/2). Atlet peraih medali emas PON Kalimantan Timur ini mengalahkan Yoo Su Jeong dengan skor 3-2. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan tunggal yang berhasil diraih tim Jabar.

Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf, yang juga menyaksikan secara langsung uji tanding ini mengatakan, taekwondoin Korea memiliki jam terbang lebih tinggi. Menurutnya para taekwondoin asal Korea tersebut merupakan atlet profesional.

"Untuk bisa menyaingi mereka, jelas atlet kita harus menambah jam terbang. Sebenarnya atlet kita memiliki potensi yang cukup besar, mereka mampu menampilkan teknik yang cukup bagus," kata Dede.

Dijelaskannya, untuk menambah jam terbang tersebut para tekwondoin Jabar harus sering melakukan uji tanding dengan daerah lain di Indonesia.

"Saya yakin atlet kita ini kualitasnya sama dengan atlet Korea. Mereka hanya kurang memiliki mental yang kuat. Mental kuat tersebut akan mereka dapatkan apabila memiliki jam terbang yang lebih banyak," tandasnya.

Dede juga menegaskan tidak didukung sarana latihan bukan merupakan alasan utama dari kekalahan uji tanding ini. Yang paling penting adalah bibit yang berpotensi dan fisik yang baik.

"Mungkin akan lebih baik lagi apabila Jabar memiliki atlet taekwondo yang mempunyai fisik yang baik. Sarana dan prasarana mungkin bisa dijadikan sebagai skala prioritas, tapi bukan itu satu-satunya alasan," katanya.

Ketua Umum Pengda Taekwondo Indonesia (TI) Jabar, Imam Rusli membenarkan alasan frekuensi latihan sebagai penyebab utama kekalahan taekwondoin Jabar. Sehingga, lanjutnya, salah satu jalan keluarnya adalah memiliki skala latihan jangka panjang.

"Persahabatan dengan Korea akan terus berlangsung setelah ini. Bulan Juli mendatang tim Jabar diundang ke Korea untuk mengikuti kejuaraan terbuka bertaraf internasional selama satu bulan," katanya.

Sementara itu, pelatih taekwondo asal Korea untuk Indonesia, Oh Il Nam mengatakan kualitas tim Jabar saat ini makin menurun dibanding lima tahun lalu. Para taekwondoin, lanjutnya, harus lebih sering mendapatkan pembinaan.

"Tim Jabar harus lebih sering mengadakan pembinaan kepada atlet junior, karena tanpa ada junior, senior tidak akan ada. Selain itu, Jabar juga harus meningkatkan kualitas para pelatih. Pelatih yang baik akan menghasilkan atlet yang baik, jadi yang perlu dibenahi adalah pelatihnya dulu," tandasnya. (B.110/ mel.job)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com

Sabtu, 06 Februari 2010

Kriteria Penilaian Kejuaraan Poomsae



Kriteria penilaian kejuaraan poomsae adalah :
1 Accuracy, meliputi :
- Accuracy gerakan dasar
- Detail dari setiap poomsae

2. Presentasi, meliputi :
- Skill:
a. Range of movements (lintasan gerakan)
b. Balance (kestabilan)
c. Speed & Power (kecepatan dan tenaga)

-Expression, meliputi :
a. Strenght/speed/rhtym (kekuatan ,kecepatan, dan ritme)
b. Expression of energy (penjiwaan dan sikap penampilan lainnya)

Metode penilaian
1. Poin total adalah 10,0

2. Accuracy
- nilai awal adalah 5,0
- setiap kontestan melakukan kesalahan minor (kecil) nilainya dikurangi 0,1 poin.
- setiap kontestan melakukan kesalahan major (besar) nilainya dikurangi 0,5 poin

3. Presentation
-Nilai awal adalah 5,0
-Kontestan akan dinilai presentasinya secara menyeluruh untuk kelima aspek skill & expression, lalu dimasukkan nilai masing-masing aspek oleh wasit untuk mendapatkan nilai total presentation.

4. Pengurangan poin (oleh recorder)
-Kontestan yang melakukan Poomsaenya melebihi batas waktu 2 menit akan dikurangi 0,5 poin dari nilai terakhirnya.
-Kontestan yang melewati garis batas (boundary line) akan dikurangi 0,5 poin dari nilai terakhirnya.

5. Perhitungan nilai
-Kedua nilai Accuracy & Presentation dilihat.
-Nilai tertinggi dan terendah dari para wasit (untuk setiap kategori) diabaikan, lalu nilai yang tersisa dirata-ratakan dan dijumlah (Accuracy+Presentation) untuk mendapatkan nilai akhir.
-Bila terdapat penalty dan pengurangan poin, maka akan dikurangi dari nilai akhir tersebut.

Keputusan dan Pengumuman Pemenang
1.Juaranya adalah kontestan yang mendapat total nilai tertinggi.

2.Bila terjadi nilai seri, maka pemenangnya ditentukan oleh nilai Presentation yang lebih tinggi.

3.Bila nilai semuanya (Accuracy& Presentation) seri, maka akan dilaksanakan pertandingan ulang (rematch) untuk menentukan pemenangnya, dan referee akan menentukan satu (1) Poomsae wajib yang harus diperagakan/dipertandingkan. Nilai sebelumnya tidak diperhitungkan lagi dalam rematch.

4. Bila setelah rematch masih terjadi nilai seri (Accuracy&Presentation) maka nilai tertinggi dan terendah yang sebelumnya diabaikan akan diperhitungkan dalam penjumlahan total nilai untuk menentukan pemenangnya.

5. Keputusan pemenang:
-menang dengan perolehan nilai (berdasarkan total nilai yang lebih tinggi)

-menang karena Referee Stop Contest/RSC (menghentikan pertandingan karena referee atau Commision Doctor memutuskan bahwa kontestan tidak dapat melanjutkan setelah diberikan waktu pemulihan selama 1 menit atau kontestan menolak/mengabaikan instruksi referee untuk melanjutkan pertandingan.

-menang karena kontestan lawan mengundurkan diri (withdrawal) , kontestan mengundurkan diri karena cedera atau alasan lain, atau coach melemparkan handuk ke tengah arena sebagai tanda menyerah.

-menang karena kontestan lain terkena diskualifikasi

-menang karena kontestan lawan dinyatakan kalah karena penalty, terkena akumulasi 2 gan jeum




Daripada copy paste, mending download, gratis klik di sini…





sumber : Diklat Pelatih Poomsae Tingkat Daerah Yogyakarta 2010