Selasa, 09 Februari 2010

Hasil Uji Tanding Lawan Taekwondoin Korsel




Siska
Selamatkan Muka Jabar


Taekwondoin Jabar asal Kab. Bandung, Siska Permata Sari berhasil mematahkan dominasi taekwondoin Korea Selatan, saat melakukan latih tanding di GOR Tri Lomba Juang, Jln. Pajajaran Bandung, Jumat (5/2). Atlet peraih medali emas PON Kalimantan Timur ini mengalahkan Yoo Su Jeong dengan skor 3-2. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan tunggal yang berhasil diraih tim Jabar.

Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf, yang juga menyaksikan secara langsung uji tanding ini mengatakan, taekwondoin Korea memiliki jam terbang lebih tinggi. Menurutnya para taekwondoin asal Korea tersebut merupakan atlet profesional.

"Untuk bisa menyaingi mereka, jelas atlet kita harus menambah jam terbang. Sebenarnya atlet kita memiliki potensi yang cukup besar, mereka mampu menampilkan teknik yang cukup bagus," kata Dede.

Dijelaskannya, untuk menambah jam terbang tersebut para tekwondoin Jabar harus sering melakukan uji tanding dengan daerah lain di Indonesia.

"Saya yakin atlet kita ini kualitasnya sama dengan atlet Korea. Mereka hanya kurang memiliki mental yang kuat. Mental kuat tersebut akan mereka dapatkan apabila memiliki jam terbang yang lebih banyak," tandasnya.

Dede juga menegaskan tidak didukung sarana latihan bukan merupakan alasan utama dari kekalahan uji tanding ini. Yang paling penting adalah bibit yang berpotensi dan fisik yang baik.

"Mungkin akan lebih baik lagi apabila Jabar memiliki atlet taekwondo yang mempunyai fisik yang baik. Sarana dan prasarana mungkin bisa dijadikan sebagai skala prioritas, tapi bukan itu satu-satunya alasan," katanya.

Ketua Umum Pengda Taekwondo Indonesia (TI) Jabar, Imam Rusli membenarkan alasan frekuensi latihan sebagai penyebab utama kekalahan taekwondoin Jabar. Sehingga, lanjutnya, salah satu jalan keluarnya adalah memiliki skala latihan jangka panjang.

"Persahabatan dengan Korea akan terus berlangsung setelah ini. Bulan Juli mendatang tim Jabar diundang ke Korea untuk mengikuti kejuaraan terbuka bertaraf internasional selama satu bulan," katanya.

Sementara itu, pelatih taekwondo asal Korea untuk Indonesia, Oh Il Nam mengatakan kualitas tim Jabar saat ini makin menurun dibanding lima tahun lalu. Para taekwondoin, lanjutnya, harus lebih sering mendapatkan pembinaan.

"Tim Jabar harus lebih sering mengadakan pembinaan kepada atlet junior, karena tanpa ada junior, senior tidak akan ada. Selain itu, Jabar juga harus meningkatkan kualitas para pelatih. Pelatih yang baik akan menghasilkan atlet yang baik, jadi yang perlu dibenahi adalah pelatihnya dulu," tandasnya. (B.110/ mel.job)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com
Poskan Komentar

Agen Allianz di Yogyakarta

hannysuzuki.com